Madiun – Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) secara resmi membuka rangkaian Parapatan Luhur (Parluh) 2026 pada Jumat malam, pukul 20.00 WIB, di Padepokan Agung Madiun (PAM), Jalan Merak Nomor 10 dan 17, Kota Madiun. Suasana malam yang khidmat dipadukan dengan semangat persaudaraan ribuan warga SH Terate menjadikan pembukaan forum tertinggi organisasi ini berlangsung sakral dan penuh makna.
Parapatan Luhur merupakan musyawarah mufakat terbesar dan tertinggi dalam organisasi PSHT yang digelar setiap lima tahun sekali. Agenda ini menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan organisasi di tingkat nasional sekaligus memilih Ketua Umum PSHT untuk periode selanjutnya.
Parluh 2026 dilaksanakan selama tiga hari, 6–8 Februari 2026, dan diikuti oleh 375 cabang se-Indonesia serta 35 cabang khusus luar negeri. Kehadiran ratusan perwakilan dari dalam dan luar negeri membuktikan soliditas serta kekuatan jaringan persaudaraan SH Terate yang terus berkembang hingga mancanegara.
Sejak sore hari, warga PSHT mulai memadati area padepokan. Barisan warga berseragam hitam tampak tertib memasuki lokasi acara, mencerminkan disiplin dan kekompakan khas SH Terate. Ketika malam tiba dan acara dimulai tepat pukul 20.00 WIB, suasana berubah menjadi semakin khidmat, diiringi doa dan semangat kebersamaan yang kuat.
Pembukaan Parluh 2026 dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PSHT Drs. R. Moerdjoko HW, Ketua Dewan Pusat PSHT H. Issoebiantoro, SH, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Menko PMK Pratikno, jajaran Forkopimda Kota Madiun, anggota DPR RI Moh. Hatta, serta para Ketua Umum perguruan silat yang tergabung dalam Paguyuban Silat Madiun.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PSHT menegaskan bahwa kekuatan SH Terate terletak pada nilai luhur persaudaraan yang telah diwariskan para pendiri. Menurutnya, ajaran tersebut harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman.
“SH Terate dibangun atas dasar persaudaraan dan keluhuran budi. Persaudaraan yang tumbuh dari hati ke hati dan keikhlasan, tanpa membeda-bedakan ras, agama, dan suku. Inilah jati diri kita yang tidak boleh luntur,” ujarnya.
Ia juga berharap Parapatan Luhur mampu melahirkan keputusan-keputusan terbaik demi kemajuan organisasi, sekaligus memperkuat peran PSHT dalam membangun karakter bangsa.
Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT H. Issoebiantoro, SH, menyampaikan bahwa manusia pada hakikatnya hidup untuk menciptakan kedamaian, kenyamanan, dan ketenteraman dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut, kata dia, selaras dengan ajaran SH Terate.
Hal itu sejalan dengan tema Parluh 2026, yakni “Meneguhkan Jati Diri SH Terate untuk Memperkokoh Solidaritas Organisasi dan Memperkuat Jiwa Nasionalisme.” Tema tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh warga agar tetap solid, bersatu, dan memiliki semangat cinta tanah air.
Menutup rangkaian sambutan, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak secara resmi membuka Parapatan Luhur 2026. Ia menyampaikan apresiasi atas konsistensi PSHT dalam menjaga nilai budaya, persaudaraan, serta nasionalisme.
Emil juga mengungkapkan kekagumannya terhadap Mukadimah SH Terate yang menurutnya sarat pesan moral dan kebangsaan, serta relevan dalam membentuk generasi muda yang berkarakter.
Dengan pembukaan yang berlangsung khidmat pada malam hari tersebut, rangkaian sidang dan musyawarah resmi dimulai. Selama tiga hari ke depan, para peserta akan membahas evaluasi program, merumuskan kebijakan strategis organisasi, hingga memilih Ketua Umum PSHT.
Parapatan Luhur 2026 bukan sekadar agenda organisasi, melainkan juga ajang silaturahmi akbar warga SH Terate dari seluruh penjuru negeri dan luar negeri. Dari Kota Madiun, semangat persaudaraan kembali diteguhkan — bahwa SH Terate akan terus berdiri kokoh, menjaga jati diri, dan berkontribusi bagi bangsa Indonesia.
Humas Kab Semarang












0 Komentar